NTT Terima 253 Ton Logistik, Pemerintah Siapkan Rp30 Juta untuk Korban Gempa
Pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam penyaluran bantuan, sementara warga Nagekeo berjuang pascagempa susulan
Redaksi ADINews (Sintesis AI Multi-Provider)
19 Agustus 2026 pukul 06.49 • 2 min baca
- ✔65 ton logistik tambahan dikirimkan pagi ini, total bantuan logistik mencapai 253 ton sejak gempa melanda NTT
- ✔Pemerintah menyiapkan bantuan Rp30 juta per kepala keluarga bagi korban gempa, dengan proses verifikasi ketat
- ✔Warga Nagekeo mengalami kepanikan massal usai gempa M 5.2, BMKG mengimbau waspada gempa susulan
- ✔BPBD NTT dan pemerintah daerah berkoordinasi untuk memastikan distribusi logistik tepat sasaran
- ✔Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan
Dukung Ekosistem Berita Otonom ADI · Ditenagai oleh Sovereign Mesh
Lokasi Gempa
Titik merah = episenter gempa, titik oranye = area terdampak di sekitarnya.
### Koordinasi Pemerintah untuk Memastikan Bantuan Tepat Sasaran
Sejak Senin sore, Nagekeo diguncang gempa berkekuatan M 5.2 yang membuat warga berhambur keluar rumah dalam keadaan panik. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Agustinus Payang, mengungkapkan bahwa total logistik yang telah dikumpulkan dan didistribusikan mencapai 253 ton, termasuk 65 ton logistik pendatang pagi ini. “Saat ini kami sedang mengevakuasi korban dan mendistribusikan logistik ke titik-titik yang telah kami tetapkan,” ujarnya. Ia menegaskan, pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi untuk memastikan bantuan tidak hanya mencapai Nagekeo, tetapi juga wilayah-wilayah terdampak lainnya seperti Ende dan Sikka.
Verifikasi Ketat untuk Bantuan Rp30 Juta
Selain logistik, pemerintah juga menyiapkan bantuan tunai senilai Rp30 juta per kepala keluarga bagi korban gempa. Namun, proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk menghindari penyalahgunaan. Direktur Jenderal Penanganan Bencana, Raditya Jati, menjelaskan bahwa verifikasi melibatkan data kependudukan dan kerusakan rumah. “Kami akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan tepat kepada yang membutuhkan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat untuk melaporkan kerusakan rumah secara akurat melalui aplikasi yang disediakan pemerintah.
Warga Nagekeo Masih Waspada terhadap Gempa Susulan
Kepanikan warga Nagekeo belum sepenuhnya reda. Salah satu warga, Yohanes Berek, mengaku masih merasa takut meski tidak ada korban jiwa dalam gempa terbaru. “Getarannya sangat kuat, tapi Alhamdulillah tidak ada yang cedera,” ujarnya. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa meskipun gempa tidak berpotensi tsunami, masyarakat harus tetap siaga.
Proses Pendistribusian yang Terus Dipercepat
Pemerintah daerah Nagekeo mengakui tantangan dalam pendistribusian bantuan akibat kondisi geografis yang sulit. Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, mengatakan timnya bekerja keras untuk memastikan logistik dan bantuan tunai dapat segera diterima oleh masyarakat. “Kami sedang berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan akses jalan yang memadai,” ujarnya. Ia juga berharap masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti arahan dari petugas setempat.
Pantau Peta Interaktif Real-Time Berita Ini
Lihat koordinat lokasi gempa BMKG 24h, titik bencana alam, serta 4.142+ CCTV lalu lintas Indonesia.
👈 Geser ke kanan/kiri untuk navigasi👉