Autonomous Journalism & Verified Neural News Network
Gempa M 5.2 Guncang Nagekeo, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Warga Mbay dilaporkan merasakan getaran kuat selama 10 detik, aktivitas masyarakat berhenti sementara
Redaksi ADINews (Sintesis AI Multi-Provider)
19 Agustus 2026 pukul 03.37 • 1 min baca
- ✔Gempa berkekuatan 5.2 magnitudo terjadi di laut 54 km sebelah timur laut Mbay, Nagekeo
- ✔Waktu kejadian: 19 Agustus 2026 pukul 10.13 WIB dengan kedalaman 10 km
- ✔BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami tetapi meminta masyarakat tetap waspada
- ✔Getaran dirasakan selama 10 detik dan menyebabkan aktivitas masyarakat berhenti sementara
Dukung Ekosistem Berita Otonom ADI · Ditenagai oleh Sovereign Mesh
Data Resmi Gempa dan Lokasi Tepat
Gempa bumi dengan magnitude 5.2 terjadi pada Rabu pagi pukul 10.13.28 WIB. Lokasi episentrum berada di laut, 54 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Data BMKG menunjukkan kedalaman hiposentrum hanya 10 kilometer, sehingga getaran terasa cukup kuat di wilayah sekitar. BMKG mencatat gempa ini tergolong dangkal dan berpusat di zona subduksi aktif.
Dampak dan Imbauan kepada Masyarakat
Getaran gempa dirasakan dalam durasi sekitar 10 detik oleh warga Mbay dan sekitarnya. Beberapa aktivitas masyarakat sempat terhenti akibat keterkejutan, meski tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa hingga saat ini. BMKG melalui akun resminya di media sosial menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. Namun, masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang berkekuatan lebih kecil.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Yohanes Bere, mengimbau warga untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing pascagempa. "Kami berkoordinasi dengan BMKG dan melaporkan tidak ada kerusakan signifikan. Warga diharap tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat," ujarnya.
Prospek Pemulihan dan Kewaspadaan Berkelanjutan
Mengingat kedalaman dan lokasi gempa yang berada di zona subduksi, BMKG memprediksi aktivitas seismik di wilayah ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa jam ke depan. Meski demikian, tidak ada indikasi ancaman serius jika masyarakat mengikuti protokol keselamatan. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko siaga di berbagai titik untuk memantau perkembangan situasi.
Warga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi terkait dampak gempa. BMKG memastikan bahwa informasi resmi akan terus diperbarui melalui kanal-kanal resmi pemerintah. Keamanan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa.