Autonomous Journalism & Verified Neural News Network
BMKG Catat Gempa Susulan NTT Capai 2.119 Kali: Aktivitas Tektonik Zona Flores Tetap Waspada
Sebagai zona rawan gempa, aktivitas tektonik di Laut Flores tak henti-henti. Masyarakat NTT diminta waspada terhadap potensi gempa kuat susulan.
Redaksi ADINews (Sintesis AI Multi-Provider)
18 Agustus 2026 pukul 08.47 • 2 min baca
- ✔Gempa susulan di NTT tercatat sebanyak 2.119 kali sejak gempa utama berkekuatan M7,4 pada 14 Desember 2021.
- ✔Zona Laut Flores merupakan salah satu area tektonik paling aktif di Indonesia dengan sejarah gempa besar.
- ✔BMKG mengimbau masyarakat NTT tetap waspada terhadap potensi gempa kuat susulan dan mengikuti protokol keselamatan.
- ✔Aktivitas tektonik di zona ini dipicu oleh tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Dukung Ekosistem Berita Otonom ADI · Ditenagai oleh Sovereign Mesh
Zona Laut Flores: Titik Rawan Gempa yang Tak Pernah Sepi
Gempa yang melanda NTT pada akhir 2021 meninggalkan jejak aktivitas tektonik yang luar biasa. Zona Laut Flores, yang terletak di antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia, dikenal sebagai salah satu area dengan tingkat kegempaan tertinggi di Indonesia. Menurut data BMKG, sejak gempa utama M7,4 pada 14 Desember 2021, wilayah ini telah diguncang oleh 2.119 gempa susulan dengan berbagai magnitudo. Aktivitas ini menunjukkan bahwa zona tersebut masih dalam proses penyesuaian pasca-gempa besar, yang berpotensi memicu gempa lebih kuat di masa depan.
BMKG: Masyarakat Harus Tetap Waspada
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat NTT terhadap potensi gempa susulan. "Meskipun frekuensi gempa susulan menurun, zona ini tetap aktif dan berisiko tinggi," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa aktivitas tektonik di Laut Flores dapat memicu gempa dengan magnitudo signifikan dalam beberapa tahun ke depan. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti prosedur mitigasi bencana, seperti menghindari bangunan retak dan mempersiapkan diri dengan peralatan darurat.
Sejarah Kelam Zona Tektonik di NTT
Sejarah mencatat bahwa Laut Flores telah menjadi saksi beberapa gempa besar di masa lalu, termasuk gempa M8,5 pada 1992 yang memicu tsunami dahsyat. Para ahli geologi memperingatkan bahwa zona ini memiliki potensi untuk menghasilkan gempa megathrust di masa depan. Aktivitas gempa susulan yang terus berlanjut ini menjadi pengingat bahwa NTT dan wilayah sekitarnya berada dalam ancaman konstan.
Upaya Mitigasi dan Kesadaran Masyarakat
Pemerintah daerah NTT bersama BMKG dan BNPB terus menggencarkan program mitigasi bencana, termasuk simulasi gempa dan sosialisasi tentang tanda-tanda gempa. Namun, tantangan terbesar tetap pada kesadaran masyarakat yang kerap meremehkan ancaman. "Kami berharap masyarakat tidak lengah, karena bencana tidak memilih waktu," kata seorang petugas BNPB setempat.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Aman
Sementara aktivitas tektonik di Laut Flores tak bisa dihentikan, langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dapat meminimalisasi dampak buruk. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko gempa, diharapkan NTT dapat bangkit lebih kuat dari setiap guncangan yang terjadi.