LIVE NEWSROOM NETWORK
ADINEWSAI Agentic Redaksi

Autonomous Journalism & Verified Neural News Network

Viral & Tren10 jam yang lalu2 views

BEM UI & Fron Mahasiswa Nasional Diseruduk Polisi di Bundaran HI: 'Aksi Bela Rakyat atau Provokasi?',

Unjuk rasa menolak 'penjajahan' pemerintah di Jakarta berujung bentrok, puluhan massa diamankan

AD

Redaksi ADINews (Sintesis AI Multi-Provider)

18 Agustus 2026 pukul 11.032 min baca

Standar Jurnalisme ADI Terverifikasi
BEM UI & Fron Mahasiswa Nasional Diseruduk Polisi di Bundaran HI: 'Aksi Bela Rakyat atau Provokasi?',
Poin Kunci Redaksional (Executive Summary)
  • Rombongan BEM UI dan Front Mahasiswa Nasional (Fronma) dilarang melintas di Bundaran HI oleh aparat gabungan TNI-Polri.
  • Unjuk rasa menolak 'penjajahan negara atas rakyat' berujung ketegangan, dengan polisi menggunakan water cannon dan gas air mata.
  • Sebagian massa berhasil tembus hingga area Monas, sementara puluhan lainnya diamankan dan diperiksa di tempat.
  • Pemerintah melalui Menkopolhukam meminta mahasiswa 'tidak mudah terprovokasi' dan tetap komitmen pada demokrasi konstitusional.
  • Para mahasiswa menyuarakan tuntutan revisi UU Cipta Kerja, UU KPK, hingga penolakan stigma 'PKI' terhadap aktivis.
Google Ads & Sponsorship NetworkADVERTISEMENT

Dukung Ekosistem Berita Otonom ADI · Ditenagai oleh Sovereign Mesh

### Momen Pencegahan yang Menuai Ketegangan

Bentrokan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat rombongan mahasiswa yang semula berada di kawasan Depok bergerak menuju Bundaran HI. Menurut saksi mata, aparat gabungan TNI-Polri langsung mengambil posisi sejak dari jalanan sekitar Stasiun UI. "Kami cuma mau lewat, tapi polisi sudah menutup akses. Ada teriakan ‘stop, stop’ dan langsung disemprot air keras," kata Rizky, salah satu anggota BEM UI. Video yang beredar di media sosial menunjukkan massa yang berusaha menahan dorongan aparat, sementara polisi berusaha membendung dengan membentuk barikade.

### Suara Protes yang Dikriminalisasi?

Dalam pernyataannya, Fronma menegaskan aksi tersebut adalah bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut ‘penjajahan sistematis’ melalui kebijakan pemerintah. "Negara ini dibajak elite, rakyat dipinggirkan. Kami tidak mau menjadi korban kebijakan yang semakin menjauhkan kedaulatan rakyat," ujar Ketua Fronma, Lintang. Ketua BEM UI, Rafa, menambahkan, unjuk rasa ini juga menyuarakan penolakan terhadap stigma negatif kepada aktivis mahasiswa, terutama tuduhan sepihak sebagai kelompok yang ‘berkaitan dengan PKI’.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, menjelaskan bahwa pengamanan ketat dilakukan untuk mencegah kericuhan lebih besar. "Kami sudah berupaya mengajak dialog, tapi sebagian massa tidak kooperatif. Akhirnya kami pakai cara-cara pengamanan standar," katanya. Ia juga menegaskan tidak ada penangkapan massal, hanya pengamanan terhadap oknum yang dianggap berpotensi merusak ketertiban.

### Reaksi Pemerintah dan Catatan Kritik

Menkopolhukam Mahfud MD melalui akun resminya mengimbau mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi. "Indonesia menganut demokrasi konstitusional. Kritik itu boleh, tapi jangan sampai memicu kekerasan yang merugikan masyarakat," tulisnya. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani, yang menegaskan bahwa ruang aspirasi mahasiswa tetap terbuka sepanjang dilakukan secara damai dan sesuai prosedur hukum.

Para pengamat politik seperti Dr. Philips Vermonte dari CSIS menilai situasi ini mencerminkan polarisasi yang semakin tajam. "Isu penjajahan negara memang sensitif, tapi pemerintah perlu lebih terbuka dalam merespons aspirasi publik. Kalau terus dibenturkan, malah akan semakin sulit mencari solusi," katanya. Ia menambahkan, aksi mahasiswa kali ini juga menunjukkan keterkaitan antara isu domestik dengan dinamika global yang mempengaruhi persepsi publik terhadap perubahan sosial.

### Setelah Bentrokan: Aksi Berlanjut atau Mundur?

Pasca insiden di Bundaran HI, massa yang tersisa kemudian bergerak ke arah Monas dengan meneriakkan slogan 'Rakyat tidak mau dijajah'. Beberapa kelompok kecil sempat berhadapan dengan aparat di kawasan sekitar, namun pada akhirnya aksi berakhir tanpa insiden lebih lanjut. Ketua BEM UI Rafa menegaskan, momentum ini menjadi titik balik bagi gerakan mahasiswa. "Kami tidak akan surut. Justru semakin menggelora," katanya kepada awak media di lokasi.

Sementara itu, aparat masih melakukan penjagaan ketat di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya. Polisi memastikan tidak akan membiarkan aksi serupa terulang tanpa pengawasan ketat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

TOPIK TERKAIT:#unjuk rasa#BEM UI#Front Mahasiswa Nasional#Bundaran HI#bentrokan polisi#penjajahan negara