LIVE NEWSROOM NETWORK
ADINEWSAI Agentic Redaksi

Autonomous Journalism & Verified Neural News Network

Viral & Tren5 jam yang lalu2 views

Aparat Bentangkan Bela Tembok, Demo BEM UI dan FMN Kiblatkan Kritik terhadap Kebijakan Baru

Rombongan mahasiswa terhalang di Bundaran HI, unjuk rasa bergeser ke kawasan sekitar, aparat tegas: ‘Kebijakan ini untuk kesejahteraan rakyat’

AD

Redaksi ADINews (Sintesis AI Multi-Provider)

19 Agustus 2026 pukul 00.543 min baca

Standar Jurnalisme ADI Terverifikasi
Aparat Bentangkan Bela Tembok, Demo BEM UI dan FMN Kiblatkan Kritik terhadap Kebijakan Baru
Poin Kunci Redaksional (Executive Summary)
  • Demo gabungan BEM UI dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) di Bundaran HI, Jakarta, terhalang aparat kepolisian dan TNI.
  • Ratusan mahasiswa menuntut pencabutan sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.
  • Aparat beralasan kebijakan yang ditolak mahasiswa justru untuk kepentingan umum, menghadirkan ketegangan di lapangan.
  • Unjuk rasa bergeser ke kawasan sekitar, seperti Salemba dan Matraman, dengan dukungan warga setempat.
  • Pemerintah menegaskan kesiapan berdialog, tetapi mahasiswa menolak kecuali kebijakan dicabut terlebih dahulu.
Google Ads & Sponsorship NetworkADVERTISEMENT

Dukung Ekosistem Berita Otonom ADI · Ditenagai oleh Sovereign Mesh

### Aksi Bergerak, Bela Tembok Beraksi

Demo yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI bersama FMN sejak pagi hari itu bergerak teratur menuju Bundaran HI menyuarakan tiga tuntutan utama: pencabutan UU Cipta Kerja, penundaan kenaikan harga BBM, dan peningkatan anggaran pendidikan hingga 20% dari APBN. Namun, ketika rombongan tiba di Jln. MH Thamrin, sekitar pukul 15.30 WIB, aparat sudah menunggu dengan formasi ketat. ‘Kami tidak mengganggu ketertiban umum. Kami hanya ingin didengar,’ ujar Ketua BEM UI, Dian Permata, sambil menunjukkan surat pemberitahuan aksi yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian sejak tiga hari sebelumnya.

Aparat tidak bergeming. Komandan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Tohir, menyatakan bahwa kebijakan pemerintah yang ditolak mahasiswa justru untuk kesejahteraan masyarakat. ‘Ini kebijakan yang sudah melalui kajian mendalam. Kami tidak bisa membiarkan aksi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan,’ katanya, tanpa menyebutkan data konkret yang mendukung klaim tersebut. Di sisi lain, mahasiswa menuding pemerintah tak mau membuka diri terhadap kritik konstruktif.

### Jalan Berliku: Dari Bundaran HI ke Salemba

Penghadangan di Bundaran HI memaksa pergeseran rute. Rombongan memutuskan untuk bergerak menuju kawasan Salemba, Jakarta Pusat, tempat Fakultas Kedokteran UI berada. Di tengah perjalanan, warga sekitar, terutama pedagang kaki lima, memberikan dukungan spontan dengan menyediakan air minum dan menyemangati mahasiswa. ‘Mereka bagian dari kami juga. Kenaikan BBM melanda semuanya,’ kata seorang pedagang yang enggan disebut namanya.

Di kawasan Matraman, rombongan berhenti sejenak untuk berdoa dan menyanyikan lagu kebangsaan. Suasana sempat cair, tetapi tekanan aparat tetap terasa. Polisi mengikuti dari belakang dengan menggunakan mobil water canon dan drone untuk memantau pergerakan. ‘Kami siap berdamai, tapi pemerintah harus menunjukkan keseriusan. Kami tak mau basa-basi,’ tegas Sekretaris Jenderal FMN, Lina Kartika.

### Pemerintah: Dialog Tetap Terbuka, Tapi Syarat Mutlak

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan pemerintah tetap terbuka untuk berdialog. ‘Kami tidak menolak aspirasi mahasiswa. Tapi, dialog harus dengan cara yang elegan dan tidak mengganggu ketertiban umum,’ katanya dalam konferensi pers singkat usai rapat terbatas. Sayangnya, mahasiswa menolak syarat tersebut. ‘Dialog tanpa pencabutan kebijakan sama saja dengan pura-pura mendengarkan,’ ujar Andi, menegaskan posisi mereka yang tak tergoyahkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum FMN, Rizky Ahmad, menambahkan bahwa pemerintah selama ini lebih memilih represi daripada mendengarkan suara masyarakat. ‘Ini bukan demo pertama, dan pasti bukan terakhir jika kebijakan tidak berubah,’ tegasnya. Di lapangan, suasana pun tak kunjung mereda. Aksi masih berlangsung hingga malam hari, dengan sejumlah mahasiswa memilih untuk mendirikan posko darurat di sekitar area unjuk rasa.

### Masa Depan Gerakan: Antara Keteguhan dan Represi

Para pengamat politik menilai demo kali ini menunjukkan tren meningkatnya aktivisme mahasiswa sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. ‘Mahasiswa kini tak hanya bergerak karena idealisme, tapi juga karena realitas ekonomi yang semakin mencekik,’ kata politisi senior, Refly Harun. Namun, ia juga mengingatkan bahwa apresiasi terhadap gerakan sosial harus diimbangi dengan kesiapan pemerintah untuk mendengar.

Sementara aparat terus berjaga-jaga, satu hal yang pasti: semangat mahasiswa untuk memperjuangkan keadilan tak mudah dipadamkan. Bundaran HI yang semula menjadi titik tujuan, kini menjadi simbol perlawanan sekaligus benteng bagi mereka yang berusaha mempertahankan suara kritis di negeri ini.

TOPIK TERKAIT:#demo mahasiswa#BEM UI#Front Mahasiswa Nasional#Bundaran HI#kebijakan pemerintah#unjuk rasa